Inilah 7 Kriteria Developer Perumahan Terpercaya

Sebenarnya admin sedang mencari perumahan untuk menjadi tempat tinggal keluarga, untuk itu saya ingin berbagi informasi mengenai bagaimana cara saya menemukan developer perumahan yang terpercaya. Sedikit bosan dengan traveling ke tempat wisata, kita bicara tentang tempat tinggal saja. Check this out!

Developer perumahan atau sering juga disebut pengembang perumahan merupakan pihak yang bertanggung jawab penuh dan berperan penting dalam mengembangkan sebuah proyek perumahan. Mulai dari masih berupa properti tanah hingga menjadi hunian yang nyaman ditempati.

Berkat para pengembang perumahan ini, masyarakat mendapatkan solusi untuk memperoleh hunian yang terjangkau. Namun, proses ini tidak sepenuhnya lancar. Ada pula sebagian pengembang perumahan yang nakal dan tidak memberikan hak konsumen pembeli rumah. Padahal, down payment (DP) sudah dibayar lunas atau cicilan per bulan bahkan sudah berjalan.

Nah, agar terhindar dari hal-hal merugikan semacam ini, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh pengembang perumahan yang harus pembaca kindleitalia pelajari, dan inilah 7 kriteria developer perumahan terpercaya yang harus anda pahami.

developer terpercaya

1. Memiliki Kredibilitas

Salah satu bukti yang menunjukkan kredibilitas perusahaan pengembang perumahan adalah telah go public dan berpengalaman dalam membangun berbagai konstruksi bangunan. Biasanya, pengembang perumahan yang masuk dalam golongan ini sudah tidak lagi terpengaruh oleh peraturan regulasi yang ditetapkan oleh perbankan. Bisa dibilang, mereka memiliki banyak sumber dana untuk memulai dan menyelesaikan proyek yang sedang dikembangkan. Dengan demikian, risiko keterlambatan pun bisa diminimalisir.

Mengapa hal ini penting? Karena dengan perusahaan yang kredibel inilah Anda akan melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) atau Akta Jual Beli (AJB) ketika tiba waktu jual beli dilaksanakan.

2. Memiliki Legalitas

Anda tentu sudah paham jika legalitas adalah poin yang sangat penting yang harus dimiliki oleh pengembang perumahan tepercaya. Salah satu cara untuk membuktikan legalitasnya adalah dengan melihat sertifikat induk dari area tanah yang akan dibangun menjadi kompleks perumahan. Sebelum resmi memesan unit perumahan, jangan sungkan untuk menanyakan perihal sertifikat ini karena sudah merupakan hak Anda.

Namun, ada pengembang perumahan yang biasanya mengelak dengan mengatakan bahwa sertifikat tersebut sudah dijadikan agunan ke bank demi membiayai proyek perumahan. Jika demikian, Anda bisa mengejar dengan melihat Akta Pemberian Hak Tanggungan beserta Sertifikat Hak Tanggungan.

Akan sangat tinggi risiko yang Anda hadapi jika pengembang perumahan baru sebatas mengantongi izin lokasi perumahan yang akan dibeli. Jika pengembang perumahan tersebut memang bisa dipercaya dan serius dengan proyek yang akan dibangun, salinan sertifikatnya pun pasti tidak enggan untuk diperlihatkan kepada Anda.

3. Bisa Berkomitmen

Untuk membuktikan bahwa pengembang perumahan yang akan merancang rumah Anda bukan perusahaan abal-abal, salah satu kriteria penting adalah mereka berkomitmen memenuhi janjinya. Seperti biasa, pengembang pada awal promosi akan menawarkan beragam fasilitas yang terkait dengan perumahan, baik fasilitas utama maupun pendukung atau fasilitas umum di sekitar perumahan.

Ada kemungkinan, fasilitas tersebut tidak semuanya dipenuhi karena berbagai alasan, terutama untuk menekan biaya. Sebelum mengalami hal tersebut, ketika mengajukan KPR, Anda bisa memperjelas komitmen mereka dengan membuat kesepakatan atau perjanjian. Minimal, lakukanlah konfirmasi mengenai fasilitas apa saja yang akan dibangun di sekitar perumahan tersebut.

Hal ini juga berlaku terhadap ketepatan waktu serah terima perumahan yang sudah selesai dibangun dan hal-hal lain seputar kualitas bangunan. Misalnya, jika pihak pengembang perumahan terlambat untuk melakukan serah terima dalam bentuk surat perjanjian jual beli, akan ada denda yang harus dibayar.

Perlu diketahui, dalam bisnis perumahan, ini merupakan hal yang biasa. Anda pasti juga harus mematuhi beberapa peraturan yang ditetapkan oleh pihak pengembang. Misalnya, jika tidak jadi membeli, booking fee dan 20% DP akan hangus. Jadi, ini cukup adil, bukan?

4. Merupakan Anggota REI

Meskipun masih awam dalam hal mengajukan kredit perumahan, bukan berarti Anda mudah ditipu. Salah satu cara untuk membuktikan bahwa pengembang perumahan tersebut memang tepercaya adalah memiliki keanggotaan di Real Estate Indonesia (REI).

Selain menjadi salah satu penanda bahwa pengembang ini memang telah sesuai kriteria, Anda juga bisa memanfaatkan lembaga ini untuk memberikan solusi pada waktu yang akan datang jika sewaktu-waktu terjadi masalah dengan pihak pengembang. Artinya, Anda memiliki tempat untuk mengadu dan membawa masalah Anda sehingga bisa diselesaikan dengan baik.

5. Bekerja Sama dengan Beberapa Bank

Jika pengembangan perumahan tersebut tepercaya, bank telah terlebih dahulu membuktikannya. Nah, salah satu caranya adalah dengan melihat rekam jejaknya. Selama mengembangkan proyek-proyek perumahan, apakah bank-bank dengan kredibilitas tinggi juga ikut bekerja sama?

Hal ini berjalan beriringan dengan keinginan bank untuk menjaga nama baiknya sendiri. Jika ada pengembang nakal yang pernah bekerja sama dengannya, bukankah nama bank tersebut juga ikut terseret? Jadi, amati juga kriterianya dari pihak ketiga. Jika bank selama ini terlihat baik-baik saja bekerja sama dengan pengembang tersebut, berarti Anda memang tidak salah pilih.

6. Menyediakan Rumah Contoh

Meskipun sering kali rumah contoh masih dalam tahap pembangunan ketika Anda baru mulai mengajukan KPR kepada perusahaan pengembang, setidaknya mereka menjanjikan akan menyediakan rumah contoh bagi calon pembeli. Hal ini penting supaya konsumen bisa melihat kualitas pekerjaan yang akan dibangun. Dari rumah contoh, Anda bisa melihat material maupun desain rumah yang akan dibangun, apakah sudah sesuai dengan kualitas yang dijanjikan oleh pengembang ketika masih melakukan promosi atau tidak?

7. Mudah Diajak Berkomunikasi

Tidak jarang ada pihak pengembang yang menghambat calon pembeli untuk memperoleh informasi terkini soal perumahan yang sedang dibangun. Bahkan, jika pembeli mulai sering bertanya, mereka menghilang dan sulit dihubungi. Hal ini tentu mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, sebelum telanjur terlalu jauh mengikat perjanjian dengan pihak pengembang, amati bagaimana cara mereka melakukan komunikasi selama ini. Begitu pula bila terjadi kesalahan, apakah mereka berinisiatif melakukan perbaikan atau revisi? Jangan sampai setelah membayar DP, hak Anda justru tidak diperhatikan dengan baik karena sistem komunikasi di dalam perusahaan memang semrawut.

Memang tidak mudah untuk menentukan apakah pengembang yang akan membangun perumahan tersebut bisa menyelesaikan kewajibannya tepat waktu atau tidak. Bagaimana pun, ada banyak hal yang terkait selama pembangunan perumahan berjalan. Kadang kala, ada hal-hal yang ditutupi sehingga pembeli baru mengetahui kekurangannya setelah serah terima berlangsung.

Meskipun demikian, Anda wajib menerapkan langkah-langkah preventif sehingga terhindar dari kerugian yang lebih besar karena berhubungan dengan pengembang perumahan yang tidak profesional.

Leave a Reply